“Harus Move On. Cowok bukan cuma dia aja, come on Keiytren i know u can do it”.
Itulah kebiasaanku yang selalu aku lakukan ketika bangun tidur, berharap bahwa dia “Derfa” mantan ku, bisa hilang dari ingatanku. Setelah mandi dan make over wajah yang kusam banget,langsung deh buru-buru ke tempat meja makan.
“Wow. Spaghetti, makasih yah ma”. Kataku sambil kegirangan.
“Sama-sama Keiytren cantik”. Jawab mama sambil tersenyum.
Setelah makan aku langsung bergegas menuju teras rumah dan memakai sepatu ku, setelah selesai memakai nya langsung lagi menuju ke dapur untuk pamit sama mama.
“Mama, Keiytren berangkat dulu yah”.
“Iya. Hati hati ya Keiy, jangan ngebut lo”. Jawab mama.
“Beres deh ma. Bye-bye maaaa”
Segera langsung kunaiki sepeda motor matic vario biru ku dan langsung berangkat.
Sesampainya di sekolah. Aku langsung memparkirkan sepeda motorku. Hampir sampai di gerbang sekolah, aku bertemu dengan Hunny sahabatku yang sekaligus duduk sebangku denganku.
“Hunny. Tungguuuuuu”. Teriak keras sambil lari kencang banget deh aku.
“Iya Keiy, santai deh gak usah lari-lari gitu, gak bakal kok aku tinggalin”.
(terengah-engah) “hemh hemh hemh, iya iya”
Sempat bingung sih kenapa si Hunny daritadi sampe sekarang masuk kelas cengar-cengir terus.
(menaruh tas) “Kamu kenapa Hun? Daritadi aku liat kamu cengar-cengir terus? Kamu gak papa kan?”
“He he he, aku lagi seneng banget nih Keiy”. Jawab Hunny yang semakin cengar-cengir gak jelas.
“Seneng kenapa kamu? Cerita dong!”. Tanyaku sambil penasaran.
“Aku dapat pacar baru Keiy. Aku baru ditembak tadi malam sama dia, tanpa pikir panjang aku langsung terima dia, karna aku juga suka udah lama banget sama dia“. Hunny bercerita dengan senang sekali.
Aku sangat kaget, bagaimana bisa dia mendapatkan pacar begitu singkatnya waktu setelah dia putus dengan mantannya 2 bulan lalu. Aku iri dengan Hunny, mengapa dia bisa seutuhnya melupakan mantan nya? Bagaimana cara nya? Sedangkan aku? Sudah 1 tahun lama nya aku tak bisa melupakan Derfa. Hhmm, sudahlah, sahabatku yang satu ini sedang berbahagia mana mungkin aku membalasnya dengan raut muka yang murung.
“Benarkah itu Hunny? OMG! Kenapa kamu gak pernah bilang sama aku sih? Jahat banget deh kamu”. Jawabku.
“Maaf ya Keiy. Aku emang gak cerita sama siapa siapa tentang cowok kenalan ku ini, Belsa dan Starsi juga gak aku ceritain kok”. Jawabnya dengan santai.
“Iya deh gak papa, eh btw mana PJ (Pajak Jadian) nya? He he he”. Jawabku.
“Oke deh ntar ajj ya, waktu istirahat”. Jawab dia.
Bel istirahat pun telah berbunyi, untuk hari ini aku dapat makanan gratis. Ha ha ha.
“Ayo dong Hun, udah laper banget nih!”. Kataku sambil pegang perut keronconganku ini.
“Iya Keiy, tunggu deh. Belsa sama Starsi masih ribet sama guru nya tuh”
Akhirnya Belsa dan Starsi keluar dari kelasnya.
“Hey ada apa nih? Tadi si Keiytren sms aku, bilang kalo kamu punya pacar baru ya? Wow PJ bener nih”. Tanya Belsa pada Hunny.
“Iya nih, bahagia banget yah kamu, sudah bisa melupakan mantan kamu”. Saut Starsi sambil menyindir ku. Secara tau lah ya di persahabatanku ini yang masih belum punya pacar ya cuma aku, karna aku masih belum bisa melupakan Derfa. Dan kali ini aku termenung lagi.
Sesampainya di kantin, aku langsung duduk di meja kantin, dan Hunny sedang memesan mie pangsit di kantin. Dan lagi lagi nih si Starsi menyindirku.
“Eh Keiy, kamu kenapa sih? Move on gitu kek, dia juga gak bakal inget kamu lagi, inget Keiy dia udah nyakitin perasaan kamu. Masih banyak cowok yang suka kamu, ngapain juga kamu memikirkan dia terus. Inget deh Keiy udah 1 tahun lebih kamu belum move on”
“Beri aku sedikit waktu guys”. Dan aku termenung termenung termenung lagi .
“Sedikit waktu? Emang kurang selama 1 tahun itu? Gila kamu Keiy!”. Saut Belsa.
Aku pun mulai badmood dengan perkataan Belsa dan Starsi yang selalu saja menyindirku karena aku masih belum punya pacar dan masih terus mengharapkan dia datang kembali kepadaku. Aku langsung berdiri sambil menggebrak meja. Dan uuppss aku tabrakan sama sahabat cowokku, Qelko namanya.
“Gila lo ko, ngapain sih pake nabrak segala !”. Kataku sinis.
“Kan kamu yang nabrak, kok aku yang disalahin?”. Jawabnya dengan santai.
“Arrgghh. Tauk ah”. Jawab ku sinis banget.
Sebenernya aku uda lama sih suka sama Qelko, tapi aku masih bimbang sama perasaanku ini. Dan aku tau dia juga suka sama aku tapi dia malu buat ngungkapin perasaanya.
Bel pulang pun berbunyi, segera aku kemas barang barang ku dan menuju tempat parkir untuk pulang. Sahabat ku entah kemana ngilang, yaudah tinggal aja. Sesampai dirumah aku langsung masuk kamar dan tau lah ya apa yang dilakukan cewek kalo lagi Sebel. Di Sebelku ini aku juga sedang memikirkan si Qelko, dan mempertimbangkan perasaan ku ini. Dan lagi lagi aku memikirkan Derfa lagi. Galau mode : ON deh aku. Hiks hiks. Kebiasaanku ketika sedang bergalau aku langsung update status di FaceBook. Karna menurutku nulis status di FB dapat membantu menghilangkan galau ku.
Malam pun mulai tiba, dan aku masih membuka FB ku.
“Cethuk cethuk”. HP ku berbunyi.
“Siapa sih ini ?”. Tanyaku dengan badmood.
Ternyata Qelko sms aku. Sudah biasa sih, karna tiap hari aku sms an sama Qelko. Hhmm baguslah, dia juga bisa ngilangin badmood ku. Dan tiba tiba huh rese’ banget deh, dia ketiduran! Daritadi smsku gak dibales sama dia. Damn!! Sudah larut malam pun aku gak bisa tidur, memikirkan apa perkataan Bella dan Starsi tadi siang di Sekolah, tapi ya sudahlah namanya orang belum bisa move on, masak harus dipaksa. Ok let’s go to sleep !
Good Morning. Happy Sunday! Yeah hari libur sudah datang, istirahat sejenak dengan tugas sekolah yang segunung itu yah. Lengkap banget aku sekarang bisa bebas sejenak, karena mama, papa, dan adekku pergi ke Surabaya dan pulang nanti malam. Yiehaaaa senang tak terhingga. Pekerjaan di rumah sudah beres semua. Langsung ku buka laptop ku dan membuka FB ku. (terkejut) “Apa? Derfa sudah punya pacar?”. Meneteslah air mataku. “Kenapa ini harus terjadi? Apakah pacar yang dimiliki oleh Derfa lebih baik daripada aku?”. Langsung aku menelpon Starsi dan menceritakan apa yang terjadi pada Derfa. Damn! Aku salah telpon, kenapa aku telpon si Starsi yang jelas jelas menginginkan aku untuk move on, makanya dia bilang gak penting. Langsung ku matikan pembicaraanku dengan Starsi. Aku berpikir terus menerus. Apa aku harus melupakan dia? Tentu saja iya, dia udah nyakitin aku banget perasaanku dia juga gak pernah ngertiin itu semua. Banyak cowok di sekolah ku yang deket sama aku, terutama Qelko, aku juga suka sama dia. Segera ku genggam erat erat tangan ku dan berteriak kerasssss “Come on Keiytren you must Move Oooooooooooonnnnnnnnnn”. Aku langsung tertawa keras.
Keesokan harinya di sekolah aku langsung menghapus lagu lagu galau yang tersimpan di HP ku, dan menggantinya dengan lagu pop yang membangkitkan gairah ku.
“Keiy? R u ok?”. Tanya Hunny yang sangat terkejut melihat tingkah laku ku.
“I’m ok guys”. Jawabku dengan singkat dan tertawa.
“Keiy, kamu gak papa kan? Plis Keiy jangan kayak gini, jangan gara gara Derfa punya cewek baru kamu jadi kayak gini “. Starsi mulai ketakutan melihat ku.
“Oh guys, kenapa kalian? Kalian pikir aku gila? Enggak guys, tenang aku sekarang sudah bisa melupakan semua tentang Derfa”. Jawabku dengan sangat bahagia.
“R u serious Keiy?”. Serempak mereka berkata padaku.
“Yeah i’m serious Guys”. Dan langsung memeluk mereka semua.
Mereka semua sangat senang dengan perkataanku ini. Begitu pula Qelko yang ternyata diam diam melihatku dengan teman temanku yang sedang bahagia ini.
3 bulan ‘tlah berlalu. Aku lalui semua hari hari dengan riang gembira. Say No To GALAU Guys!! Aku sangat sangat sangat senang akan diriku yang sekarang.
“Keiy, kamu dipanggil sama Qelko tuh. Dia sekarang di kantin. Dia nyuruh aku untuk cepet nyuruh kamu kesana!”. Si Belsa yang sedang diluar kelasku dan berteriak berkata seperti itu.
“Buat apa? Kenapa dia gak kesini aja?”. Aku masih bingung.
“Udah deh Keiy, gak usah pake protes. Sekarang kamu kesana! Cepetaaannnn keburu bel masuk bunyi nih!”. Suruh Hunny yang mulai membentakku.
“Iya iya aku ke kantin sekarang”. Jawabku.
Sampainya di kantin, aku bingung kenapa gak ada orang sama sekali? Kemana mereka semua, begitupun Qelko. Kemana dia? Atau jangan jangan mereka ingin membohongiku saja. Damn! Segera aku ambil HPku dan menelpon Qelko. Gak diangkat lagi. Makhsudnya apa sih semua ini! Hunny juga aku telpon begitu juga dengan Belsa dan Starsi. Gila mereka gak angkat telpon juga. OMG pliss dehhh, aku mulai kesel disitu.
Tiba-tiba dari belakang kantin datang sesosok cowok, itu Qelko.
“Qelko makhsud kamu apa sih? Cukup yah jail mu hari ini”. Kataku dengan sangat marah dan ingin pergi.
“Maafin aku Keiy”. Jawabnya sambil menarik tanganku berharap aku tidak beranjak pergi dari kantin.
“Kelewatan banget kamu Ko, mau ngapain kamu?”. Jawabku kesal banget.
“Aku mau bicara sama kamu. Sudah lama aku ingin mengatakan hal ini sama kamu”. Jawabnya. Dan suasana ini mulai menegangkan.
“Mau bicara apa kamu?”. Jawabku dengan tegang.
“Sudah lama aku menunggu moment yang baik untuk aku bicara sama kamu. Aku sayang kamu Keiy. Aku ingin menjadi lebih dari sekedar sahabatmu. Selalu berada disisimu disaat kamu sedang bersedih. Dan itu semua lebih dari sahabat Keiy. Keiy, kamu mau nggak jadi pacar aku?”. Tanya nya yang sekaligus membuat hatiku berdegup kencang tak tau apa yang harus aku lakukan.
Sangat kaget aku mendengarnya, namun aku sangat senang karna dia udah jujur tentang perasaannya kepadaku, dan aku putuskan untuk..
“Ok. Ku akui aku juga sayang sama kamu. Dan aku mau untuk menjadi pacar kamu”. Jawabku dengan sangat malu sekaligus senang.
“Ciiiiyyyeeeeeee, PJ nya doonngg”. Terdengar banyak anak mengatakan itu kepadaku, tak lama kemudian mereka menghampiriku dengan Qelko.
“PJ donngg Keiy”. Kata Hunny.
“PJ donngg Ko”. Saut Belsa dengan tertawa.
“Tuh kan aku bilang juga apa, masih banyak kan cowok di dunia ini? Qelko lebih baik dari segalanya deh. Ha ha ha”. Kata Starsi.
“Ha ha ha “. Aku hanya bisa tertawa.
Oke Keiytren, Qelko sekarang yang ada disisimu, dia yang terbaik untuk kamu saat ini. Berharap tidak ada lagi galau yang menghampiriku. Segera ku menggengam erat tangan Qelko. Qelko pun memandangku dan tersenyum untukku yang pertama sebagai pacarnya.
Itulah kebiasaanku yang selalu aku lakukan ketika bangun tidur, berharap bahwa dia “Derfa” mantan ku, bisa hilang dari ingatanku. Setelah mandi dan make over wajah yang kusam banget,langsung deh buru-buru ke tempat meja makan.
“Wow. Spaghetti, makasih yah ma”. Kataku sambil kegirangan.
“Sama-sama Keiytren cantik”. Jawab mama sambil tersenyum.
Setelah makan aku langsung bergegas menuju teras rumah dan memakai sepatu ku, setelah selesai memakai nya langsung lagi menuju ke dapur untuk pamit sama mama.
“Mama, Keiytren berangkat dulu yah”.
“Iya. Hati hati ya Keiy, jangan ngebut lo”. Jawab mama.
“Beres deh ma. Bye-bye maaaa”
Segera langsung kunaiki sepeda motor matic vario biru ku dan langsung berangkat.
Sesampainya di sekolah. Aku langsung memparkirkan sepeda motorku. Hampir sampai di gerbang sekolah, aku bertemu dengan Hunny sahabatku yang sekaligus duduk sebangku denganku.
“Hunny. Tungguuuuuu”. Teriak keras sambil lari kencang banget deh aku.
“Iya Keiy, santai deh gak usah lari-lari gitu, gak bakal kok aku tinggalin”.
(terengah-engah) “hemh hemh hemh, iya iya”
Sempat bingung sih kenapa si Hunny daritadi sampe sekarang masuk kelas cengar-cengir terus.
(menaruh tas) “Kamu kenapa Hun? Daritadi aku liat kamu cengar-cengir terus? Kamu gak papa kan?”
“He he he, aku lagi seneng banget nih Keiy”. Jawab Hunny yang semakin cengar-cengir gak jelas.
“Seneng kenapa kamu? Cerita dong!”. Tanyaku sambil penasaran.
“Aku dapat pacar baru Keiy. Aku baru ditembak tadi malam sama dia, tanpa pikir panjang aku langsung terima dia, karna aku juga suka udah lama banget sama dia“. Hunny bercerita dengan senang sekali.
Aku sangat kaget, bagaimana bisa dia mendapatkan pacar begitu singkatnya waktu setelah dia putus dengan mantannya 2 bulan lalu. Aku iri dengan Hunny, mengapa dia bisa seutuhnya melupakan mantan nya? Bagaimana cara nya? Sedangkan aku? Sudah 1 tahun lama nya aku tak bisa melupakan Derfa. Hhmm, sudahlah, sahabatku yang satu ini sedang berbahagia mana mungkin aku membalasnya dengan raut muka yang murung.
“Benarkah itu Hunny? OMG! Kenapa kamu gak pernah bilang sama aku sih? Jahat banget deh kamu”. Jawabku.
“Maaf ya Keiy. Aku emang gak cerita sama siapa siapa tentang cowok kenalan ku ini, Belsa dan Starsi juga gak aku ceritain kok”. Jawabnya dengan santai.
“Iya deh gak papa, eh btw mana PJ (Pajak Jadian) nya? He he he”. Jawabku.
“Oke deh ntar ajj ya, waktu istirahat”. Jawab dia.
Bel istirahat pun telah berbunyi, untuk hari ini aku dapat makanan gratis. Ha ha ha.
“Ayo dong Hun, udah laper banget nih!”. Kataku sambil pegang perut keronconganku ini.
“Iya Keiy, tunggu deh. Belsa sama Starsi masih ribet sama guru nya tuh”
Akhirnya Belsa dan Starsi keluar dari kelasnya.
“Hey ada apa nih? Tadi si Keiytren sms aku, bilang kalo kamu punya pacar baru ya? Wow PJ bener nih”. Tanya Belsa pada Hunny.
“Iya nih, bahagia banget yah kamu, sudah bisa melupakan mantan kamu”. Saut Starsi sambil menyindir ku. Secara tau lah ya di persahabatanku ini yang masih belum punya pacar ya cuma aku, karna aku masih belum bisa melupakan Derfa. Dan kali ini aku termenung lagi.
Sesampainya di kantin, aku langsung duduk di meja kantin, dan Hunny sedang memesan mie pangsit di kantin. Dan lagi lagi nih si Starsi menyindirku.
“Eh Keiy, kamu kenapa sih? Move on gitu kek, dia juga gak bakal inget kamu lagi, inget Keiy dia udah nyakitin perasaan kamu. Masih banyak cowok yang suka kamu, ngapain juga kamu memikirkan dia terus. Inget deh Keiy udah 1 tahun lebih kamu belum move on”
“Beri aku sedikit waktu guys”. Dan aku termenung termenung termenung lagi .
“Sedikit waktu? Emang kurang selama 1 tahun itu? Gila kamu Keiy!”. Saut Belsa.
Aku pun mulai badmood dengan perkataan Belsa dan Starsi yang selalu saja menyindirku karena aku masih belum punya pacar dan masih terus mengharapkan dia datang kembali kepadaku. Aku langsung berdiri sambil menggebrak meja. Dan uuppss aku tabrakan sama sahabat cowokku, Qelko namanya.
“Gila lo ko, ngapain sih pake nabrak segala !”. Kataku sinis.
“Kan kamu yang nabrak, kok aku yang disalahin?”. Jawabnya dengan santai.
“Arrgghh. Tauk ah”. Jawab ku sinis banget.
Sebenernya aku uda lama sih suka sama Qelko, tapi aku masih bimbang sama perasaanku ini. Dan aku tau dia juga suka sama aku tapi dia malu buat ngungkapin perasaanya.
Bel pulang pun berbunyi, segera aku kemas barang barang ku dan menuju tempat parkir untuk pulang. Sahabat ku entah kemana ngilang, yaudah tinggal aja. Sesampai dirumah aku langsung masuk kamar dan tau lah ya apa yang dilakukan cewek kalo lagi Sebel. Di Sebelku ini aku juga sedang memikirkan si Qelko, dan mempertimbangkan perasaan ku ini. Dan lagi lagi aku memikirkan Derfa lagi. Galau mode : ON deh aku. Hiks hiks. Kebiasaanku ketika sedang bergalau aku langsung update status di FaceBook. Karna menurutku nulis status di FB dapat membantu menghilangkan galau ku.
Malam pun mulai tiba, dan aku masih membuka FB ku.
“Cethuk cethuk”. HP ku berbunyi.
“Siapa sih ini ?”. Tanyaku dengan badmood.
Ternyata Qelko sms aku. Sudah biasa sih, karna tiap hari aku sms an sama Qelko. Hhmm baguslah, dia juga bisa ngilangin badmood ku. Dan tiba tiba huh rese’ banget deh, dia ketiduran! Daritadi smsku gak dibales sama dia. Damn!! Sudah larut malam pun aku gak bisa tidur, memikirkan apa perkataan Bella dan Starsi tadi siang di Sekolah, tapi ya sudahlah namanya orang belum bisa move on, masak harus dipaksa. Ok let’s go to sleep !
Good Morning. Happy Sunday! Yeah hari libur sudah datang, istirahat sejenak dengan tugas sekolah yang segunung itu yah. Lengkap banget aku sekarang bisa bebas sejenak, karena mama, papa, dan adekku pergi ke Surabaya dan pulang nanti malam. Yiehaaaa senang tak terhingga. Pekerjaan di rumah sudah beres semua. Langsung ku buka laptop ku dan membuka FB ku. (terkejut) “Apa? Derfa sudah punya pacar?”. Meneteslah air mataku. “Kenapa ini harus terjadi? Apakah pacar yang dimiliki oleh Derfa lebih baik daripada aku?”. Langsung aku menelpon Starsi dan menceritakan apa yang terjadi pada Derfa. Damn! Aku salah telpon, kenapa aku telpon si Starsi yang jelas jelas menginginkan aku untuk move on, makanya dia bilang gak penting. Langsung ku matikan pembicaraanku dengan Starsi. Aku berpikir terus menerus. Apa aku harus melupakan dia? Tentu saja iya, dia udah nyakitin aku banget perasaanku dia juga gak pernah ngertiin itu semua. Banyak cowok di sekolah ku yang deket sama aku, terutama Qelko, aku juga suka sama dia. Segera ku genggam erat erat tangan ku dan berteriak kerasssss “Come on Keiytren you must Move Oooooooooooonnnnnnnnnn”. Aku langsung tertawa keras.
Keesokan harinya di sekolah aku langsung menghapus lagu lagu galau yang tersimpan di HP ku, dan menggantinya dengan lagu pop yang membangkitkan gairah ku.
“Keiy? R u ok?”. Tanya Hunny yang sangat terkejut melihat tingkah laku ku.
“I’m ok guys”. Jawabku dengan singkat dan tertawa.
“Keiy, kamu gak papa kan? Plis Keiy jangan kayak gini, jangan gara gara Derfa punya cewek baru kamu jadi kayak gini “. Starsi mulai ketakutan melihat ku.
“Oh guys, kenapa kalian? Kalian pikir aku gila? Enggak guys, tenang aku sekarang sudah bisa melupakan semua tentang Derfa”. Jawabku dengan sangat bahagia.
“R u serious Keiy?”. Serempak mereka berkata padaku.
“Yeah i’m serious Guys”. Dan langsung memeluk mereka semua.
Mereka semua sangat senang dengan perkataanku ini. Begitu pula Qelko yang ternyata diam diam melihatku dengan teman temanku yang sedang bahagia ini.
3 bulan ‘tlah berlalu. Aku lalui semua hari hari dengan riang gembira. Say No To GALAU Guys!! Aku sangat sangat sangat senang akan diriku yang sekarang.
“Keiy, kamu dipanggil sama Qelko tuh. Dia sekarang di kantin. Dia nyuruh aku untuk cepet nyuruh kamu kesana!”. Si Belsa yang sedang diluar kelasku dan berteriak berkata seperti itu.
“Buat apa? Kenapa dia gak kesini aja?”. Aku masih bingung.
“Udah deh Keiy, gak usah pake protes. Sekarang kamu kesana! Cepetaaannnn keburu bel masuk bunyi nih!”. Suruh Hunny yang mulai membentakku.
“Iya iya aku ke kantin sekarang”. Jawabku.
Sampainya di kantin, aku bingung kenapa gak ada orang sama sekali? Kemana mereka semua, begitupun Qelko. Kemana dia? Atau jangan jangan mereka ingin membohongiku saja. Damn! Segera aku ambil HPku dan menelpon Qelko. Gak diangkat lagi. Makhsudnya apa sih semua ini! Hunny juga aku telpon begitu juga dengan Belsa dan Starsi. Gila mereka gak angkat telpon juga. OMG pliss dehhh, aku mulai kesel disitu.
Tiba-tiba dari belakang kantin datang sesosok cowok, itu Qelko.
“Qelko makhsud kamu apa sih? Cukup yah jail mu hari ini”. Kataku dengan sangat marah dan ingin pergi.
“Maafin aku Keiy”. Jawabnya sambil menarik tanganku berharap aku tidak beranjak pergi dari kantin.
“Kelewatan banget kamu Ko, mau ngapain kamu?”. Jawabku kesal banget.
“Aku mau bicara sama kamu. Sudah lama aku ingin mengatakan hal ini sama kamu”. Jawabnya. Dan suasana ini mulai menegangkan.
“Mau bicara apa kamu?”. Jawabku dengan tegang.
“Sudah lama aku menunggu moment yang baik untuk aku bicara sama kamu. Aku sayang kamu Keiy. Aku ingin menjadi lebih dari sekedar sahabatmu. Selalu berada disisimu disaat kamu sedang bersedih. Dan itu semua lebih dari sahabat Keiy. Keiy, kamu mau nggak jadi pacar aku?”. Tanya nya yang sekaligus membuat hatiku berdegup kencang tak tau apa yang harus aku lakukan.
Sangat kaget aku mendengarnya, namun aku sangat senang karna dia udah jujur tentang perasaannya kepadaku, dan aku putuskan untuk..
“Ok. Ku akui aku juga sayang sama kamu. Dan aku mau untuk menjadi pacar kamu”. Jawabku dengan sangat malu sekaligus senang.
“Ciiiiyyyeeeeeee, PJ nya doonngg”. Terdengar banyak anak mengatakan itu kepadaku, tak lama kemudian mereka menghampiriku dengan Qelko.
“PJ donngg Keiy”. Kata Hunny.
“PJ donngg Ko”. Saut Belsa dengan tertawa.
“Tuh kan aku bilang juga apa, masih banyak kan cowok di dunia ini? Qelko lebih baik dari segalanya deh. Ha ha ha”. Kata Starsi.
“Ha ha ha “. Aku hanya bisa tertawa.
Oke Keiytren, Qelko sekarang yang ada disisimu, dia yang terbaik untuk kamu saat ini. Berharap tidak ada lagi galau yang menghampiriku. Segera ku menggengam erat tangan Qelko. Qelko pun memandangku dan tersenyum untukku yang pertama sebagai pacarnya.