Malam itu , tanggal 25 November 2011 , masih teringat dimana malam itu terjadi perdebatan antara mama dan aku tentang keinginanku untuk pergi belajar ke Inggris , negeri yang selama ini aku idam-idamkan . Perdebatan yang sangat lama membuat aku merasa kesal dan membujuk papa untuk membantu ku meyakinkan mama , karna papa sudah mengizinkan aku untuk pergi belajar di Inggris . Setelah cukup lama papa membujuk mama , akhirnya papa bisa meluluhkan hati mama juga . Dan saat itu juga aku sangat senang dan mempersiapkan barang barang yang akan aku bawa ke Inggris .
Melangkahkan kaki memasuki bandara Soekarno-Hatta terasa begitu menggembirakan sekali . Norak banget yyaahh , haha . Tiba saat boarding , segera aku memberikan salam untuk mama dan papa yang terakhir kalinya . Dan pasti mereka berpesan yang pasti semua orang tau lah . Tapi khusus mama , ia tak berpesan banyak justru ia meneteskan air matanya dan memberikanku sebuah cincin dimana disitu bertuliskan mama dan papa . Ia berpesan agar aku selalu memakainya kapanpun dan dimanapun aku berada di Inggris . Setelah itu aku langsung menarik koper dan melambai untuk yang terakhir kalinya untuk mama dan papa .
Masuk di pesawat , ada dua orang pramugari yang juga membantuku menemukan tempat duduk . Dan ternyata aku duduk dekat jendela pesawat , sungguh senang sekali . Tak lama kemudian , pesawat pun berangkat . Aku membutuhkan waktu 22 jam untuk sampai ke Inggris . Sangat lelah dan aku memutuskan untuk tidur .
Ketika aku terbangun , jam tanganku menunjukkan pukul 05.00 pagi . Assiikkk ! Berarti tinggal 2 jam lagi nih ! Benar saja , tak lama kemudian pesawatku mendarat di bandara Heathrow , London . Segera aku turun dari pesawat dan berkata “Selamat Pagi London!!”. Aku langsung menuju ke terminal untuk mencari taksi . Karena aku harus pergi ke kota Manchester yang jarak antara bandara ke daerahku itu cukup jauh . Ketika hendak menyetop taksi , ada seseorang lelaki yang menghampiriku .
“Selamat Datang , non Flichy” ujarnya dan langsung menarik koper dari peganganku.
Aku terbengong bingung siapa lelaki ini ? Aku sama sekali tidak mengenalinya.
“Mmm, permisi, aku pikir anda salah orang ” , jawabku.
“Haha , anda tidak berubah ya , dari dulu tetap saja suka bercanda” , ujarnya sambil jalan menarik koperku.
“Maaf , saya memang bukan Flichy . Saya Fidxi , Saya dari Indonesia , senang bertemu anda” , ujarku seakan mengambil koperku darinya .
“Sudah deh non bercandanya , Silahkan masuk mobil . Mungkin non masih terlalu letih”, jawabnya sambil membukakan pintu mobil .
“Eeehh... Pak, ini mau kemana ?” tanyaku.
“Ya ke rumah non lah tentunya” , jawabnya .
“Kan saya sudah bilang saya bukanlah Flichy . Saya Fidxi dan saya datang dari Indonesia untuk kuliah disini!” kataku sambil kesal.
“Non , yang pertama , anda adalah Flichy Destania dan kedua , anda ke Indonesia untuk berlibur dan sekarang anda pulang karena liburan anda sudah selesai . Tetapi , jika anda masih bersikeras mengatakan bahwa anda bukanlah Flichy , mari saya antarkan ke tempat yang hendak di tuju , Hendak kemana Nona Fidxi ?”
“Mau ke Jalan Folyla No.02” .
Ia hanya tersenyum kecil dan segera masuk mobil . Selama di mobil , aku menikmati pemandangan yang indah di luar .
“Maaf , siapa nama Bapak ?” tanyaku.
“Anda boleh memanggil saya Clifton” , jawabnya .
Aku lalu memintanya untuk memutarkan kaset . Dan ia memutarkan sebuah lagu yang sangat kusukai .
“Waahh ternyata selera kita sama” kataku .
“Ini adalah lagu kesukaan Nona Flichy”, sahutnya .
Kebetulan yang menakutkan , Aku ingin sekali cepat sampai tujuan . Hingga aku terbebas dari kebingunganku ini .
Tak lama kemudian mobil memasuki pekarangan rumah . Aku berdiri di depan rumah bergaya klasik dengan halaman rumah yang cukup luas ini . Aku berpaling bertanya ke Pak Clifton .
“Kenapa Bapak bisa tau rumah ini ?”
“Sebab ini adalah rumah Nona Flichy , dan saya pekerja disini , Jalan Folyla No.02” . Jawabnya yang langsung meninggalkanku .
Kebetulan yang sangat aneh . Siapa Flichy itu ? Masih menyimpan pikiran yang sangat bingung sambil membuka pintu rumah . Masih memegang handle pintu depan , terdapat 10 orang pelayan yang langsung menyapaku.
“Selamat Datang , non Flichy”.
Tak lama kemudian , muncul seorang laki-laki berumur 40’an dan seorang wanita berumur 35’an .
“Selamat Datang sayang” sapa wanita itu dengan rautan wajah yang sangat senang sekali .
“Kami sangat merindukanmu Flichy” , ujar lelaki itu dan langsung memelukku.
“Saya minta maaf , tapi saya tidak mengenal anda . Nama saya Fidxi . Saya dari Indonesia yang ingin kuliah di Inggris” , Kataku .
“Baik , kalau kamu tetap tidak percaya , mari kita buktikan saja . Melalui komputer ini kamu akan mendapatkan data data mengenai manusia di bumi ini” , ujar lelaki itu .
Aku langsung mengetikkan data data ayahku , dan langsung mengetik tombol enter.
“Apa!” , teriakku .
Komputer itu menunjukkan sebuah kalimat yang berbunyi “Data yang kamu cari tidak ditemukan” . Aku sangat tidak percaya , aku mencobanya lagi dengan data data mamaku , ternyata hasil nya pun sama , tidak dapat ditemukan.
“Ada apa ini ?” , teriakku . “Cepat hidupkan kembali!” pintaku dengan nada tinggi.
Aku sangat takut . Apa yang terjadi ? Mengapa data data keluargaku tidak ada ? Saat komputer menyala lagi pun aku segera mencoba kembali mengisi yang kali ini menggunakan data dataku . Aku memasukkan namaku , Fidxi Custarro . Kembali kalimat yang ditunjukkan pada komputer itu sama . Tanpa pikir panjang aku kembali memasukkan data data ku yang kali ini menggunakan nama Flichy Destania. Aku sangat terkejut . Informasi tentang diriku berada disitu semua , sedari bayi hingga sekarang semua tertera di situ . Yang berbeda adalah nama mama dan papaku , Alther dan Allison Custarro.
“Kalian???”
“Iya , Nak . Saya adalah Alther , Papamu dan Allison adalah Mamamu . Ada apa ini ? sebegitukah kau melupakan kami ?Haha...”
Aku terdiam dan tak mampu bicara apapun .
Beberapa hari di sana , kepercayaanku mulai goyah . Semuanya terasa nyata . Bahwa aku ini memang benar benar Flichy . Banyak sekali fakta yang membuktikan , salah satu nya adalah seorang pelayan tua yang katanya telah menjagaku dari kecil berkata bahwa dia sangat yakin kalau aku adalah Flichy . Aku mulai memahami ini semua . Semenjak ada kabar bahwa pesawat yang kunaiki tersebut mengalami goncangan yang lumayan keras pada saat penerbangan , dan ada saksi yang melihatku bahwa aku terbentur jendela pesawat hingga aku sampai tak sadarkan diri selama 15 jam , yang sebelumnya aku kira aku sedang tidur .
Aku berjalan menuju sebuah balkon depan rumah , sambil berpikir yah nikmati saja . percaya sajalah toh juga tidak ada salahnya kan.
Seketika teringat sesuatu . Aku pun segera berlari menuju komputer yang berada di kamarku dan segera mengetikkan nama Alther Custarro . Ketika aku tekan tombol enter , aku terkejut karena disitu tertera bahwa Alther dan Allison Custarro tidak memiliki anak . Aku langsung tersenyum kecil . Semuanya persis seperti apa yang aku kira sebelumnya . Mereka telah menukar dataku !
Tanpa berpikir panjang aku langsung pergi menuju bandara . Aku mau pulang! Aku tidak akan ragu lagi . Berada dalam pesawat aku tertawa memikirkan sungguh bodohnya aku selama ini karena telah di bohongi oleh mereka semua .
Tiba di bandara Soekarno-Hatta , aku langsung menyetop taksi dan langsung menuju ke rumah . Semuanya biasa saja sampai aku tiba di depan rumah dan langsung dikejutkan oleh beberapa karangan bunga yang terdapat di teras rumahku yang berisi turut berduka cita . Siapa yang meninggal ? Dadaku terasa berdegup kencang . Siapa ? Mama ? Atau Papa ? . Secepat halilintar aku segera menuju rumah . Aku sangat lega karena mereka berdua hanya duduk diam tertunduk.
“Mamaaaaa!! Papaaaaa!! Fidxi pulaaaaaaannnggg!!” , teriakku .
Tetapi mereka hanya terdiam sama sekali tidak menjawab teriakanku barusan. Aku berusaha untuk memeluk mereka dari depan. Namun tidak bisa . Aku seakan tak terlihat . Aku kembali bingung dan gemetaran . Kenapa aku ini ? Aku merasa seolah aku ini adalah HANTU ! Aku berjalan keluar rumah dan menangis bingung gemetaran kenapa aku bicara tak ada yang mendengar teriak pun tak ada yang mendengar , aku berdiri di depan banyak orang mengapa aku tak bisa diliat oleh mereka ? Mengapa ? . Seketika itu pula , Aku merogoh kantung celanaku untuk mengambil HandPhone dan tiket pesawatku . Namun hasilnya nihil . Aku juga mencari tas , namun aku sadar aku tidak membawa tas dan apapun . Aku pun baru sadar kalau ternyata aku belum membeli tiket pesawat ! Lantas taksi tadi ? Dan orang orang di rumah Flichy ? Di tengah kebingunganku , tanpa sengaja , mataku menangkap sebuah tulisan yang ada di karangan bunga . Di sana tertulis , ‘Turut berduka cita atas meninggalnya Flichy Destania Fidxi Custarro pada kecelakaan pesawat Landendia Air 209 , 08 November 2011’ .